Iklan - scroll ke bawah untuk lanjut membaca

Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka



SERANG – Insiden runtuhnya infrastruktur bangunan menelan korban di kawasan industri Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. 3/10/2026

Seorang pekerja wanita bernama Emah, warga Kampung Pasirkembang, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, dilaporkan menjadi korban runtuhnya pagar pembatas milik PT Yingpeng pada Kamis sore, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. 

Akibat peristiwa tragis tersebut, korban mengalami luka pada bagian kaki kanannya.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula saat Emah bersiap untuk pulang kerja. 

Ketika melintasi area di sekitar pagar pembatas PT Yingpeng, dinding tembok setinggi beberapa meter tersebut mendadak ambruk ke arah luar tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. 


Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung tertimpa material beton dan batako, yang mengakibatkan cedera parah dan luka-luka pada kaki kanannya. 


Rekan kerja korban yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan Emah ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Temuan Lapangan: Pagar Dibangun Tanpa Sloof dan Tiang Kolom

Berdasarkan pantauan visual di lokasi kejadian pasca-ambruknya tembok, ditemukan indikasi kuat adanya kelalaian dalam proses pembangunan oleh pihak PT Yingpeng. 


Struktur pagar pembatas yang memiliki beban berat tersebut ternyata dibangun secara asal-asalan tanpa menggunakan sloof cor (pondasi beton horizontal) maupun tiang kolom penguat (tiang vertikal) sebagai pengikat material.

Ketiadaan kerangka besi dan beton bertulang ini membuat tembok sama sekali tidak memiliki daya tahan struktural untuk menahan beban. 

Hal ini dinilai sangat fatal karena pagar pembatas industri seharusnya dibangun dengan standar keamanan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang ketat untuk melindungi area sekitar.

Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi ke PT Yingpeng, pihak perusahaan enggan menemui secara langsung. 


Pihak manajemen hanya menyampaikan pesan melalui petugas keamanan (security) agar media langsung menghubungi Pak Bebek selaku penanggung jawab proyek pemagaran tersebut.

Ancaman Longsor Susulan di Musim Hujan

Kondisi di lokasi saat ini dilaporkan sangat mengkhawatirkan. Tanpa adanya struktur penahan yang kokoh, sisa bentangan pagar yang masih berdiri terancam runtuh sewaktu-waktu, terutama saat diterjang angin kencang.

Lebih dari itu, posisi tanah yang labil membuat area tersebut sangat rentan terjadi longsor ketika memasuki musim penghujan. Kondisi ini menjadi ancaman nyata yang membahayakan keselamatan para pekerja lain serta warga yang melintas di sekitar area pabrik.

Warga Desak perusahaan untuk memperbaiki pagar agar di pakai ceker ayam biar tidak mudah roboh dan longsor 

Selain mendesak tanggung jawab pihak perusahaan, warga juga meminta aparat penegak hukum dan Pengawas K3 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Serang untuk segera turun ke lokasi. 

Investigasi menyeluruh terhadap kelayakan bangunan sangat diperlukan guna mencegah adanya korban susulan di masa mendatang.(Red)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka
  • Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka
  • Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka
  • Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka
  • Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka
  • Diduga Kelalaian Konstruksi PT Yingpeng: Pagar Pembatas Roboh, Menimpa Emah Warga Pasirkembang Hingga Kaki Kanan Terluka
Iklan
Iklan