Rumah Tak Layak Huni Masuk Desil 6-7, DPRD Lebak Minta Data Warga Dicek Lagi
LEBAK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak menyoroti tajam indikasi ketidaksesuaian antara data administratif bantuan sosial (bansos) dengan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, ditemukan kasus di mana warga yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) justru terdaftar ke dalam kategori kesejahteraan tinggi, yakni Desil 6 hingga Desil 7.
Kondisi tersebut dinilai mencederai rasa keadilan karena warga miskin yang seharusnya diprioritaskan justru terancam tidak mendapatkan hak bantuan sosial pemerintah akibat salah klasifikasi data.
Menanggapi persoalan ini, Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen, mendesak agar pendamping sosial, pemerintah desa (Pemdes), serta dinas terkait segera melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala.
"Kalau namanya ini urusan keadilan, urusan masyarakat yang benar-benar tidak mampu, yang harus dibantu itu harus dimaksimalkan," tegas Regen saat dimintai keterangan pada Jumat (2/10/2026).
Untuk mengawal langsung masalah ini, DPRD Lebak berencana memanfaatkan agenda reses yang akan berlangsung pekan depan guna melakukan peninjauan langsung (cross-check) ke berbagai desa. Peninjauan ini bertujuan untuk mencocokkan kondisi fisik bangunan RTLH di lapangan dengan nomor desil yang tertera pada basis data.
Kendati mendesak pembaruan data, Regen mengingatkan bahwa perubahan status desil warga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mekanisme perbaikan data harus tetap berpedoman pada aturan regulasi yang berlaku.
"Desa hanya bisa membantu mengajukan untuk berubah desil. Tidak serta-merta orang kaya bisa diturunkan desilnya, atau orang miskin bisa dikecilkan. Tetap ada prosesnya," jelasnya.
DPRD Lebak berharap melalui validasi yang ketat dan koordinasi berlapis antara pendamping sosial dan pemerintah desa, data kemiskinan di Kabupaten Lebak dapat terus membaik. Dengan demikian, seluruh program jaring pengaman sosial dari pemerintah dapat disalurkan tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(Red)
