Iklan

Warga Desa Lumpang Kecamatan Parung Panjang Keluhkan Keberadaan Perusahaan Pengolahan limbah Medis APH Dan Dinas Terkait Diminta Bertindak

SUARA BANTEN POST
Kamis, 26 Februari 2026, 10.52 WIB Last Updated 2026-02-26T03:52:11Z

BOGOR – Warga Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan keberadaan perusahaan pengelolaan limbah medis di wilayah mereka, Rabu (25/2/2026).

‎Keluhan warga muncul karena aktivitas perusahaan dinilai menimbulkan bau menyengat serta memicu kekhawatiran akan dampak pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sejumlah warga mengaku resah karena operasional perusahaan berlangsung tidak jauh dari permukiman.

‎“Kami khawatir limbah medis berbahaya bisa mencemari udara dan lingkungan sekitar. Bau yang muncul juga cukup mengganggu,” ujar Resi, salah satu warga.

‎Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Abah Upik, mengungkapkan bahwa beberapa warga sempat mengalami gangguan kesehatan yang diduga terkait polusi udara dari aktivitas perusahaan.

‎“Ada warga yang sampai masuk rumah sakit dengan keluhan gatal-gatal akibat polusi udara. Itu berdasarkan keterangan medis yang kami terima,” jelasnya.

‎Kepala Desa Lumpang, Rodis Faisal, mengatakan pihak desa telah menyampaikan keluhan warga kepada pemerintah kecamatan dan instansi terkait.

‎“Sudah disampaikan ke Pak Camat, dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor juga sudah turun ke pabrik,” ujarnya saat dikonfirmasi.

‎Saat ditanya lebih lanjut mengenai salah satu warga yang terdampak sempat dirawat di rumah sakit,

‎“Iya, dirawat di Eka Hospital BSD dan difasilitasi oleh pihak perusahaan MBI,” ungkapnya.

‎Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk uji laboratorium kualitas udara dan air secara independen, serta memastikan perusahaan pengelola limbah medis tersebut beroperasi sesuai standar dan peraturan yang berlaku.(Red)

Komentar

Tampilkan

  • Warga Desa Lumpang Kecamatan Parung Panjang Keluhkan Keberadaan Perusahaan Pengolahan limbah Medis APH Dan Dinas Terkait Diminta Bertindak
  • 0

Terkini

Topik Populer