Iklan

RSUD Tigaraksa Himbau Masyarakat Waspada Dengue Shock Syndrome: Komplikasi Berat Demam Berdarah yang Bisa Mengancam Nyawa"

SUARA BANTEN POST
Jumat, 17 April 2026, 17.27 WIB Last Updated 2026-04-17T10:35:00Z




RSUD Tigaraksa Ingatkan Masyarakat Waspada Dengue Shock Syndrome (DSS) merupakan kondisi paling berat dari infeksi virus dengue atau yang dikenal masyarakat sebagai demam berdarah. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan sering muncul saat atau setelah musim penghujan, ketika populasi nyamuk meningkat. DSS dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama di bawah usia 15 tahun, dengan risiko kematian yang lebih tinggi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Jumat 17 April 2026.




DSS terjadi akibat gangguan serius pada pembuluh darah yang menyebabkan kebocoran plasma, penurunan jumlah trombosit, serta gangguan sel darah putih. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan cairan secara drastis sehingga menyebabkan syok, yaitu keadaan darurat medis yang ditandai dengan turunnya tekanan darah secara signifikan. Inilah yang membuat DSS menjadi sangat berbahaya dibandingkan demam berdarah biasa.


Gejala DSS perlu diwaspadai sejak dini. Tanda-tanda yang sering muncul antara lain perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, muntah darah, hingga feses berwarna hitam atau merah pekat. Selain itu, penderita dapat mengalami tekanan darah menurun drastis, denyut nadi melemah, napas tidak teratur, kulit terasa dingin dan lembap, serta tampak pucat. Gejala lain yang sering menyertai adalah nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, gelisah, dehidrasi, dan penurunan jumlah urin. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kerusakan organ hingga kematian.


Pencegahan DSS pada dasarnya adalah dengan mencegah infeksi dengue, terutama melalui pengendalian lingkungan. Salah satu langkah efektif adalah menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Langkah tambahan. seperti memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa, menggunakan larvasida, serta menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk memutus rantai penularan.


Selain itu, perlindungan diri juga tidak kalah penting, seperti menggunakan kelambu saat tidur, memakai lotion anti nyamuk, dan mengenakan pakaian tertutup. Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat-makan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat cukup juga membantu tubuh melawan infeksi. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini, risiko terjadinya Dengue Shock Syndrome dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat terhindar dari komplikasi yang berbahaya ini.(ADV)


Sumber:

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4082/mengenal-dengue-shock-syndrome-dss

Komentar

Tampilkan

  • RSUD Tigaraksa Himbau Masyarakat Waspada Dengue Shock Syndrome: Komplikasi Berat Demam Berdarah yang Bisa Mengancam Nyawa"
  • 0

Terkini

Topik Populer