Suarabantenpost.com JAKARTA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan lalu lintas dengan menyiagakan empat pos pengamanan di ruas jalan tol utama. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, hingga Senin, 5 Januari 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Komarudin, menjelaskan bahwa penempatan pos-pos tersebut merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu sekaligus upaya pengendalian kepadatan kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta. Empat pos tersebut tersebar di titik-titik krusial jalur tol, mulai dari pintu masuk Jakarta hingga kawasan pusat kota.
“Kami menyiagakan empat pos di dalam tol, sekaligus menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk pengamanan arus balik Nataru,” ujar Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Adapun keempat pos pengamanan tersebut berada di Tol Cikunir, Tol Halim, Tol Tegal Parang, dan kawasan Semanggi. Menurut Komarudin, titik-titik ini dipilih karena merupakan simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah, terutama dari Jawa Barat dan jalur Trans Jawa, yang berpotensi menimbulkan kepadatan signifikan saat arus balik mencapai puncaknya.
“Empat pos itu berada di Cikunir, Halim, Tegal Parang, dan Semanggi. Petugas sudah kami siapkan untuk melakukan pemantauan, pengaturan, serta penguraian arus lalu lintas secara situasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Komarudin memprediksi peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta mulai terasa sejak Minggu siang hingga malam hari dan berlanjut hingga Senin. Lonjakan tersebut dipicu oleh berakhirnya masa libur panjang Nataru serta dimulainya kembali aktivitas kerja dan sekolah pada pekan berikutnya.
“Peningkatan volume arus balik ke arah Jakarta diperkirakan mulai hari ini dan besok. Kepadatan kendaraan biasanya mulai terlihat pada malam hari,” katanya.
Selain penempatan pos pengamanan, Polda Metro Jaya juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Rekayasa tersebut dapat berupa pengaturan buka-tutup jalur, pengalihan arus, hingga penyesuaian waktu masuk kendaraan di titik-titik rawan macet, dengan tetap berkoordinasi bersama pengelola jalan tol dan instansi terkait.
Polda Metro Jaya mengimbau para pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pengendara juga disarankan memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi kepolisian dan pengelola tol guna menghindari kepadatan yang tidak perlu.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami harap masyarakat dapat bekerja sama dengan petugas agar arus balik Nataru berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Komarudin.
Dengan kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas sektor, Polda Metro Jaya menargetkan arus balik Nataru tahun ini dapat terkelola dengan baik, sehingga mobilitas masyarakat menuju Jakarta dapat berlangsung lebih nyaman tanpa gangguan berarti.(Red)


