Suarabantenpost.com Jakarta – Cemara Institute memberikan apresiasi atas langkah antisipatif Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin yang berhasil mengurai arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Jakarta. Arus balik yang berlangsung hingga Senin (5/1/2026) dilaporkan berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari peran aktif dan komando yang dilakukan oleh Kombes Pol Komarudin. “Langkah konkrit dan antisipatif dalam mengatur lalu lintas arus balik Nataru 2025/2026 ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang matang. Keberhasilan ini merupakan buah dari perencanaan yang cermat dan eksekusi yang solid,” ujar Rizqi dalam pernyataan resminya, Senin (5/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 4-5 Januari 2026, Polda Metro Jaya telah berhasil menyiagakan empat pos pengamanan di ruas jalan tol utama. Menurut Kombes Pol Komarudin, pos-pos yang terletak di Tol Cikunir, Tol Halim, Tol Tegal Parang, dan kawasan Semanggi ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk mengendalikan kepadatan kendaraan yang masuk ke Ibu Kota Jakarta.
“Kami menyiagakan empat pos di dalam tol, sekaligus menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk pengamanan arus balik Nataru,” jelas Komarudin. Titik-titik tersebut dipilih karena menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah, terutama dari Jawa Barat dan jalur Trans Jawa.
Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa pendekatan yang diterapkan Dirlantas Polda Metro Jaya bersifat komprehensif. “Strategi ini tidak hanya tentang menempatkan petugas, tetapi juga melibatkan pemantauan situasional dan kesiapan rekayasa lalu lintas yang luwes. Ini adalah contoh manajemen lalu lintas perkotaan yang efektif,” paparnya.
Publik juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan, memastikan kondisi kendaraan, serta mematuhi setiap arahan petugas di lapangan. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami harap masyarakat dapat bekerja sama,” tegas Kombes Pol Komarudin.
Cemara Institute melihat bahwa kesiapsiagaan ini merupakan faktor penentu. “Antisipasi dini dengan pos-pos strategis dan komunikasi yang baik dengan pengguna jalan telah meminimalisir potensi chaos. Ini membuktikan bahwa pendekatan profesional dan terukur mampu menciptakan kepatuhan dan kenyamanan bersama,” ungkap Rizqi Fathul Hakim.
Dengan koordinasi lintas sektor yang terjalin, Polda Metro Jaya berhasil mencapai target untuk mengelola arus balik Nataru dengan baik. Mobilitas masyarakat menuju Jakarta dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.
Cemara Institute berharap model pengelolaan dan antisipasi seperti ini dapat menjadi standar operasi dan diterapkan secara berkelanjutan untuk menghadapi periode puncak mobilitas nasional di masa mendatang.(*)


