JAWILAN – Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Majasari diwarnai oleh insiden medis kedaruratan yang memicu kecaman keras dari elemen masyarakat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Jawilan dinilai lalai, abai, dan tidak memiliki kesigapan mitigasi kesehatan di lapangan pasca-ambruknya salah seorang istri Kepala Desa (Ibu Kades) saat upacara berlangsung.
Berdasarkan fakta dan pantauan langsung di lokasi kejadian, korban tiba-medis limbung hingga tergeletak pingsan akibat sengatan cuaca ekstrem di tengah barisan upacara. Alih-alih mendapatkan penanganan pertama yang cepat dan responsif dari tim medis Puskesmas Jawilan selaku leading sector kesehatan kecamatan, korban justru sempat dibiarkan tergeletak tanpa evakuasi ambulans resmi.Kondisi kritis tersebut untungnya langsung diselamatkan oleh kesigapan aparat kepolisian.
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Jawilan yang bersiaga di lokasi langsung bergerak cepat menerjunkan mobil dinas patroli Polsek untuk mengevakuasi korban menuju fasilitas perawatan terdekat guna mencegah kondisi yang lebih fatal.Ketidakpastian dan lambatnya respon tim medis ini langsung menuai kritik tajam dari tokoh pemuda dan aktivis kemasyarakatan Jawilan.
Salah seorang aktivis secara vokal mengecam kinerja manajemen pelayanan publik yang dipertontonkan oleh jajaran UPT Puskesmas Jawilan di hari sakral kemerdekaan ini."Kami sangat mengecam keras ketidaksigapan Kepala Puskesmas Jawilan beserta jajaran nakesnya di Lapangan Majasari hari ini.
Ini adalah agenda besar tahunan tingkat wilayah, bagaimana mungkin mitigasi darurat sekelas pingsan saja mereka tidak siap di tempat? Jika bukan karena kecepatan tindakan dari mobil Polsek, entah bagaimana kondisi Ibu Kades yang pingsan tersebut.
Kami minta Dinas Kesehatan Kabupaten Serang segera mengevaluasi total kapasitas kepemimpinan Kepala Puskesmas ini," cetus perwakilan aktivis dengan nada geram.
Peristiwa ini menjadi catatan hitam di tengah momentum perayaan kemerdekaan yang seharusnya berjalan khidmat dan paripurna.
Publik dan para pengamat lokal berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi instansi kesehatan daerah agar menempatkan keselamatan warga sebagai hukum tertinggi, serta tidak lagi bersikap pasif dalam mengawal kegiatan-kegiatan masif di masyarakat.
Saat awak media mencoba konfirmasi kepada pihak kecamatan PLT puskesmas Jawilan tidak ada karena ikut upacara di Kopo Menur ktu puskesmas Jawilan Bidan Silvi .(Red)




