SERANG – PT.Inti sumber baja sakti ( ISBS) yang beroperasi di wilayah Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, dinilai mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat dengan masyarakat setempat, Kamis 16/4/2026.
Dalam kesepakatan, perusahaan berkomitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja dari warga sekitar, khususnya masyarakat Desa Bojot. Pengecualian hanya berlaku bagi tenaga ahli dengan kualifikasi tertentu yang memang belum dimiliki oleh warga lokal. Namun pakta dilapangan jauh dari kata komitmen yang sudah disepakati.
Tokoh pemuda Desa Bojot, Usup yang akrab disapa Carik Usup, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan.
“Saya sangat kecewa dengan kondisi ini. Kesepakatan sudah jelas dibuat, tapi pelaksanaannya jauh dari harapan. Warga kami seharusnya menjadi prioritas, bukan justru diabaikan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Kalau perusahaan tidak konsisten dengan komitmen yang sudah disepakati, ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Jangan sampai warga hanya jadi penonton di wilayahnya sendiri,” lanjut Carik Usup.
Dirinya berharap pihak perusahaan segera melakukan evaluasi dan kembali pada kesepakatan awal dengan memberikan ruang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Desa Bojot.
Sementara itu, Dogel selaku perwakilan forum warga Desa Bojot turut melontarkan pernyataan yang lebih tegas. Ia menilai sikap perusahaan bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pengingkaran terhadap komitmen yang telah disepakati bersama.
“Ini bukan lagi soal teknis atau miskomunikasi, tapi sudah masuk pada pengingkaran kesepakatan. Kalau dari awal sudah ada komitmen memberdayakan warga lokal, maka itu wajib dijalankan, bukan diabaikan,” ujarnya.
Dogel juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam jika perusahaan terus mengabaikan hak warga.
“Kami minta perusahaan segera memperbaiki situasi ini. Jika tidak ada itikad baik, kami akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan bersama warga. Jangan sampai persoalan ini melebar dan memicu konflik sosial,” tegasnya.
Ujang, selaku Humas perusahaan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja saat ini meliputi operator, sharing sopir, dan cleaning service untuk ditempatkan di bagian baja.
“Ada info ke saya, operator, sharing sopir, dan cleaning service itu yang dibutuhkan untuk di baja,” ujarnya.
Saat ditanya lebih lanjut terkait peluang bagi warga Desa Bojot, ia menjelaskan bahwa tidak semua posisi memiliki kualifikasi khusus sehingga perekrutan tidak sepenuhnya harus dari luar daerah.
“Enggak juga bang, itu untuk Bongkar Muat (BM),” tambahnya singkat.(Red)


